Thursday, May 28, 2009

PENJUALAN ELPUI 12 KG Pertamina Rugi Rp 2,9 T

JAKARTA- VI' Pertamina diperkirakan rugi sekitar Rp 2,9 triliun pada tahun ini dari penjualan elpiji kemasan 12 kilogram (kg). Kerugian itu karena harga penjualan elpiji 12 kg tidak sesuai harga ke­ekonomian.
"Pada harga CP Aramco sekitar US$ 501 per metric ton (mt), harga jual elpiji ke- masan 12 kg sebesar Rp 4.821 per kg, se- dangkan harga keekonomian seharusnya Rp 7.665 per kg," ujar Direktur Utama Pertamina Galaila Karen Kardinah Agus- tiawan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Kamis (28/5).
Karen mengungkapkan, dengan volume penjualan mencapai 1.035.817 per mt, pendapatan Pertamina mencapai Rp 4,9 triliun. Padahal, Pertamina secara keeko­nomian mesti meraup untung sebesar Rp 7,9 triliun. "Jika harga CP Aramco sekitar US$ 427 per MT dan harga keekono- miannya Rp 6.584 per kg, Pertamina akan merugi sekitar Rp 1,8 triliun," katanya.
Sementara itu; pemerintah, kemarin me- ngusulkan biaya distribusi (beta) elpiji ke­masan tiga kg sebesar Rp 1.797,30 per kg pada tahun depan. Dirjen Migas De- partemen ESDM Evita Herawati Legowo mengungkapkan, biaya distribusi itu melalui perhitungan beberapa komponen mendasar, seperti biaya penyimpanan Rp 497 per kg, depresiasi Rp 100 per kg, dan asuransi Rp 3.51 per kg. Selain itu, biaya distribusi dan penyimpanan sampai ke stasiun pengisian bahan bakar bulk elpiji (SPBBE) Rp 513.96 per kg, biaya distribusi ke agen Rp 390 per kg, dan margin badan usaha Rp 292 per kg.
"Estimasi biaya distribusi itu dihitung dengan asumsi harga elpiji CP Aramco sekitar US$ 501 per mt, harga FoB (free on board) dan pengapalan US$ 68,64 per mt, pada kurs rupiah di kisaran Rp 11.000 per dolar AS," katanya.
Evita menambahkan, biaya distribusi itu akan berlaku tetap sekalipun harga CP Aramco akan bergerak naik atau turun. Sementara itu, harga jual eceran untuk elpiji kemasan tiga kg dipatok sebesar Rp 4.250 per kg, sudah termasuk margin untuk agen dan pangkalan sekitar Rp 400 per kg dan PPN 10%. Karen mengatakan, hingga akhir April 2009, Pertamina merealisasikan penjualan elpiji kemasan 3 kg sebanyak 126.586 mt. (yop)